Bedah Buku “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi” oleh Perpustakaan GSC Sukoharjo

Sukoharjo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Bedah Buku dengan Judul “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi” karya penulis Moh. Mursyid, S.IP, M.A. Kegiatan ini bekerjasama dengan Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas. Moh. Mursyid merupakan Pustakawan Perpustakaan Emha Ainun Nadjib  (EAN) & PLUT Dinas Koperasi UKM Pemda DIY. Kegiatan Bedah Buku tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Maret 2019 bertempat di Aula Balai Desa Sukoharjo.

Kegiatan bedah buku ini diikuti oleh masyarakat Desa Sukoharjo yang terdiri dari perangkat Desa Sukoharjo, pegiat literasi, karang taruna, ibu-ibu PKK, LPMD, pengelola Perpustakaan Desa Sukoharjo, dan utusan sekolah SD se Desa Sukoharjo. Buku karya Moh. Mursyid ini dibedah oleh Dr. Sri Rohyanti  Zulaikha (Dosen Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Dra. Sungkawati Budirahayu, M.Si. (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman).

Buku karya Mursyid ini diawali dengan contoh masyarakat yang gemar membaca buku yang dapat menghasilkan karya sehingga dapat menghasilkan suatu produk. Dengan membaca ini, perilaku masyarakat ketika memanfaatkan buku sebagai acuan sumber belajar dapat berfungsi mengubah sikap masyarakat menjadi pribadi yang kreatif. Dengan kata lain, buku dapat memberdayakan masyarakat. Memberdayakan masyarakat melalui literasi, salah satunya adalah dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Dengan literasi yang semakin baik di kalangan masyarakat, masyarakat akan semakin cerdas dalam memanfaatkan buku.

Definisi pemberdayaan menurut Sungkawati adalah suatu proses pembangunan manusia untuk merubah perilaku seseorang menuju perbaikan menjadi lebih baik. Selain dari itu menurut tahapan pemberdayaan masyarakat menurut Moh Mursyid, yang pertama mengenali potensi sekitar atau lingkungan yaitu seperti melaksanakan kegiatan untuk dapat memberdayakan masyarakat sekitar. Tahapan yang kedua, yaitu  menentukan aksi menggunakan Metode Sinergi Penta Helix dengan mengajak semua komponen untuk berkolaborasi. Konsep  kolaborasi terdiri dari 5 komponen yaitu Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media Massa. Pemberdayaan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama untuk membangun kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia lebih maju dan lebih baik lagi.

Gagasan pemberdayaan harapannya bisa dirubah melalui membaca, pembaca bisa mengaplikasikan ke hal yang lebih nyata. Pengaplikasian ke hal yang lebih nyata ini dengan dukungan Pemerintah khususnya Desa Sukoharjo seperti mengakomodir APBD Desa sesuai dengan kemampuan desa untuk pemberdayaan di masyarakat maka dapat meningkatkan kesejahteraan.

Selain dari kegiatan Bedah Buku, Perpustakaan GSC Sukoharjo memberikan apresiasi kepada siswa yang telah mengikuti kegiatan menulis yang diselenggarakan pada setiap SD yang ada di Sukoharjo. Bentuk apresiasi ini berupa diambilnya 3 karya terbaik siswa yang telah menulis pada tema yang diberikan oleh Perpustakaan GSC Sukoharjo. Harapannya dengan adanya kegiatan tersebut dapat menjadikan siswa menjadi lebih semangat dalam hal menulis. Dari Balai Desa Sukoharjo KIM Sukoharjo melaporkan. (Nur)

Leave a Comment