Pengenalan Literasi Budaya “Permainan Tradisional” dan Donasi Buku di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik oleh Perpustakaan GSC Sukoharjo

Sukoharjo, Seiring dengan melesatnya perkembangan teknologi, permainan tradisional yang pernah eksis pada era-nya kini semakin lama ditinggalkan oleh generasi muda maupun anak-anak. Pada era 90-an setiap harinya baik ketika waktu istirahat di sekolah maupun di rumah pasti anak-anak bermain permainan tradisional tersebut, bentuk permainan yang sering dimainkan adalah bermain kelereng, engklek, lompat tali, bakiak, egrang, gobak sodor dan banyak sebagainya. Berbeda dengan saat ini anak-anak lebih menyenangi permainan modern seperti halnya bermain gadget. Bahkan setiap harinya anak-anak tidak bosan memainkannya, fenomena ini terjadi karena kegiatan seharinya dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali dijajakan fasilitas seperti gadget oleh orangtuanya. Namun kini, anak-anak untuk berimajinasi membuat permainan tradisional yang mudah saja tidak dipilihnya melainkan lebih memilih mengoperasikan gadgetnya bahkan sampai berjam-jam memainkannya.

Fenomena yang telah terjadi tersebut membuat Pengelola Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas (GSC) melakukan kegiatan literasi budaya yaitu upaya mengenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat lebih khususnya pada siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ngaglik. Selain dari pengenalan permainan tradisional, perpustakaan GSC Sukoharjo memberikan donasi buku cerita kepada sekolah tersebut. Donasi buku bekerja sama dengan TBM Mata Aksara Sleman.

Ari Wibowo, S.Pd selaku kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Ngaglik menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi Perpustakaan GSC berjalan setiap tahunnya dapat berjalan dengan baik. Selain dari itu pula, Ari Wibowo berpendapat jika setiap individu itu untuk mendapatkan ilmu yang baik adalah bisa dengan keseriusan siswa pada setiap kegiatan dan literasi tidak sebatas pada membaca saja melainkan bisa dengan menulis, mendongeng, maupun bercerita. Sabtu (23/03/2019). Dalam kesempatan tersebut Adib Makmun, S.Sos selaku perwakilan Pemerintah Desa Sukoharjo menyampaikan bahwa literasi dapat diberikan anak melalui literasi budaya yaitu berupa perkenalan permainan tradisional kepada anak-anak, selain dari pengenalan kepada anak-anak hal ini menjadikan permainan tradisional tidak akan punah. Kegiatan literasi budaya ini merupakan pertama kalinya dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 Ngaglik beserta dengan penyaluran donasi buku. Buku yang telah diberikan tersebut harapannya dapat dipergunakan siswa seperti mencereritakan kembali dan akan berdampak positif yaitu siswa dapat lebih berani dalam berbicara di depan umum.

Kegiatan setelah donasi buku adalah pembacaan buku cerita anak-anak oleh Eni Puspitasari dan Rosalia Haryati yang kemudian dilanjutkan membimbing siswa untuk mengenalkan permainan tradisional. Para siswa menggikuti kegiatan dengan sangat antusias karena tidak banyak siswa yang sudah bermain permainan tradisional tersebut. Pengenalan permainan tradisional ini menjadi suatu permainan edukasi bagi anak yang secara instingtif sebenarnya melatih motorik, kognisi, dan afeksi sekaligus. Seperti halnya permainan lompat tali yang bermanfaat untuk melatih kerjasama, kepercayaan diri, dan latihan gerak fisik. Selain itu pula permainan egrang yang bermanfaat siswa akan menjadi lebih berani dalam menghadapi suatu hal serta dapat melatih keseimbangan bagi dirnya.

Permainan tradisional memastikan individu dapat berinteraksi langsung dengan lingkungannya. Sembari melatih keterampilan, ia menjadi mengenal tetangga dan lingkungan sehingga sosial anak akan terbentuk dengan baik. Terimakasih kepada SD Muhammadiyah 1 Ngaglik yang telah berpartisipasi dengan aktif mendukung kegiatan ini. Harapan dari perpustkaan Desa Sukoharjo untuk kegiatan selanjutnya dapat dilaksanakan kembali pada setiap kegiatan yang melibatkan sekolah khusunya di Desa Sukoharjo. Dari balai Desa Sukoharjo KIM Sukoharjo melaporkan. (Nur)

Leave a Comment