Penandatangan Komitmen Desa Sehat Jiwa di Desa Sukoharjo

Sukoharjo, Jumat tanggal 08 Februari 2019. Desa Sukoharjo telah dicanangkan menjadi Desa Siaga Sehat Jiwa. Program Pencanangan Desa Siaga Sehat Jiwa merupakan suatu bentuk kepedulian dari Dinas Kesehatan terhadap Kebersihan, pencemaran air sungai dan buang sampah sembarangan guna menghindari segala jenis penyakit sehingga masyarakat sehat dan sembuh dari penularan penyakit. Penandatangan komitmen kader desa sehat jiwa dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo. Program pencanangan desa sehat jiwa ini ditandatangani secara langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman yaitu dr. patimah hariyati: kepala seksi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa (P2PTM dan Keswa)
, Camat Kecamatan Ngaglik Drs. Subagya, MM, Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto, Kasi Pelayanan Desa Sukoharjo Sujadi serta kader kesehatan Desa Sukoharjo. Sebelum diadakannya penandatangan, kader-kader Desa Sukoharjo telah melaksanakan Bimtek selama 3 hari di Desa Sukoharjo, tujuan dengan diadakannya Bimtek tersebut adalah untuk sosialisasi dan pelatihan kepada kader-kader Desa Sukoharjo. Dalam sosialisasi disampaikan akan pentingnya menjaga kesehatan terutama kesehatan lingkungan dengan melakukan tindakan positif agar masyarakat dapat menjaga kesehatan lingkungannya.

Dalam sambutannya Camat Kecamatan Ngaglik Drs. Subagya, M.M mengungkapkan bahwa Desa Sukoharjo diharapkan dapat bebas dari penyakit jiwa, serta masyarakat senantiasa mengelola penyakit jiwa. Sehat jiwa dan raga manusia merupakan suatu keseimbangan yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. Dalam hati yang sehat diperlukan suatu rasa syukur terhadap sehat. Camat Kecamatan Ngaglik berharap jika kader yang ada di Desa Sukoharjo dapat menjadi pioneer penggerak di masyarakat karena sudah diberikan Bimtek selama 3 hari.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Patimah Hariyati menghimbau kepada masyarakat apabila melihat warga masyarakat yang mengalami gangguan jiwa dapat diperhatikan kemudian dapat disampaikan di pihak terkait seperti Puskemas II Ngaglik sehingga dapat direkap dan diatasi. Apabila masyarakat yang mengalami seperti depresi maka harus segera ditangani, sehingga dapat ditangani oleh pihak yang berwenang.

Tujuan dilakukannya pendidikan kesehatan jiwa untuk masyarakat adalah untuk meminimalkan resiko masalah gangguan jiwa yang ada di masyarakat, resiko yang dialami gangguan penyakit jiwa ini perlu adanya suatu terapi dan rehabilitasi bagi pasien gangguan jiwa mandiri, hal ini dilakukan agar pasien dapat lebih diperhatikan keadannya. Dengan dicanangkannya desa siaga sehat jiwa di Desa Sukoharjo, masyarakat akan menjadi semakin tangguh dalam menghadapi kesehatan jiwa. Dari Balai Desa Sukoharjo KIM Desa Sukoharjo melaporkan. (Nur)

Leave a Comment