Pemerintah Desa Sukoharjo Memberikan Pelatihan Pengolahan Sampah

Sukoharjo, Sabtu 19 Januari 2019 Pemerintah Desa Sukoharjo memberikan pelatihan pengolahan sampah. Pada kegiatan ini dengan narasumber bapak Sutarjo Selaku Pengelola TPS Bramamudha Dayakan Sardonoharjo, Sutarjo ini menyampaikan ilmu mengenai bagaimana mendirikan bank sampah, juga pelatihan bagaimana cara mengolah dan memisahkan ulang sampah. Dalam kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Desa Sukoharjo pukul 13.20 WIB-15.30 WIB serta diikuti oleh 2 dusun yaitu Dusun Losari dan Banjarsari, warga yang mengikuti pelatihan ini dengan sangat antusias dalam mendengarkan materi yang diberikan narasumber.

Dalam sambutannya Bapak Hadi Subronto Kepala Desa Sukoharjo menyatakan, bahwa Bank Sampah yang akan dibuat di Desa Sukoharjo adalah warga masyarakat diharapkan bisa mengolah sampah yang ada di lingkungan sekitar kita, dan untuk pemanfaatan anggaran dalam pengolahan sampah dapat dikembangkan melalui pengajuan proposal ke Pemerintah Desa Sukoharjo.

Bank Sampah yang dirintis oleh warga Dayakan Sardonoharjo berawal mula dari kerja keras anak muda di dusun Dayakan tersebut dengan berfikir secara maju bagaimana caranya agar dapat menghasilkan uang tanpa membebani dari para orangtua yang ada di dalam dusun Dayakan. Berawal dari cuci motor dan belajar seperti pemulung menjadikan pemuda di dusun tersebut sukses dalam meraih hasil dari perjuangan kerja keras sehingga dapat menunai pundi-pundi rupiah yang dihasilkan dari kegiatan positif di Dayakan. Setelah diceritakan sejarah bagaimana perjuangannya kepada warga Losari dan Banjarsari saat ini sehingga TPS Bramamudha bisa mengahasilkan pundi-pundi rupiah menjadikan warga mendengarkan narasumber dengan seksama.

Pengolahan sampah berbasis masyarakat yang diberikan oleh narasumber adalah dengan penerapan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam wujud bank sampah. Menurutnya, sistem ini berfungsi mengelola sampah dengan menampung, memilah, dan mendistribusikan sampah ke fasilitas pengelolaan sampah, atau kepada yang lebih membutuhkannya sehingga sampah bisa digunakan dan didaur ulang kembali.

Sutarjo mengungkapkan bahwa perlu adanya terobosan baru untuk mengatasi masalah sampah, sehingga nantinya permasalahan sampah ini tidak menjadi ancaman serius dan berdampak buruk pada lingkungan di sekitar kita. Sutarjo sangat senang karena beliau dapat berbagi ilmu bagaimana mengolah sampah, yang terpenting dari pengolahan sampah ini, warga harus profesional dan mandiri, bisa menguntungkan secara ekonomis bagi suatu dusun, sehingga taraf hidup masyarakat yang lebih baik dapat tercapai. Dari Balai Desa Sukoharjo KIM Desa Sukoharjo melaporkan. (NUR)

Leave a Comment